Jumat, 17 Februari 2012
Merencanakan Kematian
Tapi tahukah anda sukses itu seperti apa? semua tergantung dari kriteria dan target masing masing. Selain kehidupan yang sukses kita juga harus merencanakan kematian yang sukses.
Kematian yang sukses adalah perlu direncanakan agar Sang Penguasa Jiwa (RUH) Allah Azza Wajalla mengabulkan rencana kita. Berencanalah sekarang untuk kematian yang kita inginkan.
Oleh karena itu kematian paling nikmat adalah mati dalam keadaan husnul khotimal ataupun mati syahid.
Ukhty, Aku Rindu Jilbab Panjangmu
Pertama kali aku begitu terkesima dengan teduh dan sahajanya dirimu dalam berpakaian, meski saat itu aku belum begitu paham tentang aturan apa itu jilbab syar’ie..
Begitu damai, tenang, dan merasa nyaman didekatmu, ditambah sunggingan senyum dan salam disaat setiap kali bersua…
Aku juga tak pernah tau sebelumnya mengapa engEngkau kenakan jilbab lebar berkibar, tapi jujur saat itu memandangmu begitu damai, dan hati ini pun terhentak ingin rasanya bisa sepertimu, hmm,..
Meski kudengar tak sedikit orang yang mencibir dengan gaya busanamu yang tak up to date saat itu, …seperti karung beras berjalanlah, seperti kue lemperlah..dan segala gelaran-gelaran buruk lainnya.
Seiring waktu berjalan, dan Engkau tetap istiqomah dalam balutan jilbabmu yang panjang menjuntai, tak sekedar menutup dada bahkan lebih sehingga model bajumupun tak terlihat (tapi memang saat itu model gamis sangat simple)
Alhamdulillah atas kuasa Allah jua, banyak kalangan mulai menggemari trend jilbab itu, dari artis hingga pejabat, model jilbabpun semakin berkembang. Senyum penuh kesyukuran pasti menghampiri seluruh jilbaber sepertimu yang sekian tahun berjibaku memperjuangkan kebebesan berjilbab. Dan kini……..jilbab pun menasional, bahkan aturan sekolah ada yang mewajibkan siswinya wajib mengenakan jilbab dihari tertentu, meski itu sekolah negeri biasa.
Engkau tentu masih ingat…..betapa perjuangan “melegalkan” jilbab kala itu dipenuhi uraian airmata, kesedihan, intimidasi, “pengucilan” dan berbagai rintangan lainnya. Ada diantara kita yang harus melawan peraturan tidak boleh berjilbab ketika belajar disekolah negeri, dan bahkan ada yang harus pindah sekolah untuk mempertahankan jilbabnya.
Dan masih sangat jelas terngiang pula perjuangan foto berjilbab kala itu mengharuskan Engkau keluar jam pelajaran untuk di intimidasi pihak sekolah karena bersikukuh mempertahankan jilbab agar tetap bertengger dalam foto ijazahmu. Ya karena EngEngkau yakin itulah izzahmu, perintah Allah yang tak boleh dilanggar karena engEngkau takut akan adzabNya yang pedih. Bukan takut akan cacian manusia, yang didengungkan akan menghalangi aktivitasmu kelak dalam dunia kerja, hhh..
Dan kini waktu berlalu, sudah bukan syaithan namanya jikalau tidak menghalangi langkah manusia dalam kebenaran, tipu dayanya begitu halus, ya kan ukhty..?
Segala macam cara mereka gunakan untuk bisa melucuti pakaian takwa itu, tentu engkau pernah mendengar kisah Adam AS dan Hawa yang terpedaya oleh bujukan iblis sehingga memakan buah terlarang yang pada akhirnya melucuti pakaian dan tampaklah auratnya beginilah dalam Al Quran dikisahkan agar kita manusia terutama muslimah bisa mengambil hikmahnya.
Iblis senantiasa berfikir untuk merubah kehidupan Adam dan Hawa kepada jalan yang sesat dan berusaha mengeluarkan mereka dari syurga, firman Allah dalam surat Thaahaa (20):17:
“Maka kami berkata, ‘Hai Adam, sesungguhnya ini(iblis) adalah musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari syurga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka”
Dan kemudian iblis menggoda Adam agar memakan buah dari pohon terlarang, kemudian Allah SWT murka dan mengeluarkan mereka dari surgaNya. Seperti dikisahkan dalam surat Thaahaa 120, iblis berkata kepada Adam “Maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?”
Kemudian setelah itu iblis berkata “Tuhan kamu tidak melarangmu dari mendekati pohon ini, melainkan supaya kamu berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang yang kekal dalam syurga.” Dan dia(syetan) bersumpah kepada keduanya, ‘sesungguhnya saya adalah termasuk orang yang memberi nasihat kepada kamu berdua’”(Al A’raaf (7):20-21)
Dan juga dalam Qs Thaahaa (20): 120-123 : “Kemudian syetan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata, hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa? Maka keduanya memakan dari pohon itu lalu nampaklah bagi keduanya aurat-auratnya dan mulailah keduanya menutupi dengan daun-daun(yang ada di) syurga, dan durhakalah Adam kepada Tuhan dan sesatlah ia. Kemudian Tuhannya memilihnya maka Dia menerima taubatnya dan memberinya petunjuk. Allah berfirman, ‘turunlah kamu berdua dari syurga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh sebagian yang lain’”.
Begitulah kisah Adam yang ditipu daya Iblis dengan tipuan yang halus, tidaklah mereka mengatakan tipuan dengan hal yang menakutkan tapi dengan hal yang menggiurkan,..
Saat ini mode telah begitu menguasai dunia dengan dalih ini kan jilbab Islami,..kita tetap dapat gaul, meski berjilbab, janganlah jilbab panjang-panjang nanti masyarakat takut dan kita dicap teroris atau istri teroris?..
Atau jilbab itu bisalah panjang tapi sedikit dikasih peniti juntai diatas kepala nih kan manis, begitu kata sebagian mereka, atau adalagi yang mengakali dibelah sampingnya biar tak ketinggalan mode n terlihat jadoel, atau sering iklan-iklan itu mengusikmu, jilbab paris semriwing yang murah meriah, padahal seharusnya harus ditambahkan kain untuk mendobel kerudung itu..
Ukhty pasti masih tersimpan rapi dicatatanmu atau bahkan ingatanmu kriteria-kriteria jilbab syar’ie itu kan?.. kemana jilbab-jilbab panjang nan tebal yang dulu itu? Dulu begitu hikmat kita mengikuti kajian tentang surah An Nuur dan Al Ahzab bahkan tak jarang dari kita berurai airmata karena malu dan takut pada Allah belum bisa bersegera memenuhi perintah Allah tentang berpakaian yang sesuai syari’at itu seperti wanita-wanita Anshar yang bersegera merobek gorden rumah mereka untuk dijadikan jilbab ketika ayat tentang hijab turun sehingga dikisahkan wanita-wanita Anshar keluar dan seakan-akan di atas kepala mereka bertengger burung gagak hitam karena pakaian yang mereka kenakan.
Ukhty yakinkan perintah Allah tidak pernah berubah dan cocok sepanjang zaman dan seharusnyalah zaman itu yang mengikuti Al Qur an bukan sebaliknya dalam surat Al Ahzab :59 dituliskan “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu, dan isteri-isteri orang mukmin:’Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka. ‘yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Dan juga dalam QS An Nuur 31 …”Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya,..”
Perintah Allah begitu jelas tak perlu ditawar agar muslimah itu menutupkan kain kudung ke dada, dan tentunya arti dada disini tidak serta merta hanya bagian dada tetapi area selingkaran dengan dada yaitu punggung lengan dan juga dibawahnya, karena perbuatan demikian lebih menutup aurat dan menjaga kemuliaan.
Ukhty masihkah Engkau ingat dalam banyak materi kajian bahwa sebagai seorang muslim harus pintar dalam hal ini berarti harus berilmu, sehingga muslimah itu harus smart bahasa kerennya, tidak asal ikut-ikutan tanpa tahu itu sesuai syari’at atau tidak. Jadi itulah yang dahulu senantiasa menjadi prinsip kita untuk senantiasa mengaji meski sesibuk apapun kita karena itulah kekuatan ruhiah yang akan mensuplai semangat kinerja kita apapun posisinya
Lantas disini tiada salahnya kita mengkaji ulang tentang cara smart kita berpakaian, tak apalah dulu teori sudah diluar kepala namun sekarang kita ulang lagi semoga ilmu tentang jilbab syar’ie ini kian barokah. Kembali kita lihat catatan tentang hadits nabi, Beliau bersabda: “Pada akhir ummatku nanti akan muncul para wanita yang berpakaian namun hakikatnya telanjang. Diatas kepala mereka terdapat sesuatu seperti punuk unta. Laknatlah mereka! Sesungguhnya mereka wanita-wanita terlaknat. Mereka tidak akan masuk syurga dan tidak akan mencium aromanya, padahal aroma syurga itu dapat tercium dari jarak perjalanan sekian dan sekian" (HR Thabrani, dalam al-Mu’jamus Shaghiir(hlm.232), dari hadits ibnu ‘Amr, dengan sanad shahih).
Ibnu Abdil Barr berkata : “Yang dimaksud oleh Nabi SAW dalam hadits ini adalah wanita-wanita yang memakai pakaian tipis, yaitu pakaian yang dapat menampakkan bentuk(lekuk) tubuh dan tidak bersifat menutupi. Oleh karenanya para wanita tersebut dikatakan berpakaian namun pada hakikatnya telanjang”Dinukil oleh as-Suyuthi dalam Tanwiirul Hawaalik(III/103).
Ukhty, telah sampaikah pula sebuah riwayat dari Ummu ‘Alqamah bin Abu ‘Alqamah, ia berkata :”Aku melihat Hafshah binti ‘Abdurrahman bin Abu Bakar masuk menemui ‘Aisyah. Ketika itu, Hafshah sedang memakai khimar berbahan tipis sehingga keningnya terlihat. ‘Aisyah lantas merobek khimar itu, seraya berkata : Tahukah kamu apa yang Allah turunkan dalam surat An Nuur?’ Kemudian, ‘Aisyah minta diambilkan khimar(yang tebal), lalu ia memakaikannya kepada Hafshah.”(Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad (VIII/46)
Begitulah ukhty kisah para shahabiyah yang begitu semangat dan senantiasa patuh terhadap aturan syari’at dan bagi kita bukankah tak ada ruginya ketika mencontoh keimanan mereka, karena sebaik-baik generasi adalah yang terdekat dengan Rasulullah kemudian sesudahnya, dan seterusnya.
Muslimah harus cerdas begitu juga dalam mengikuti perkembangan mode harus bisa mensiasati dan pandai memilah saat membeli pakaian pun dalam berbisnis pakaian muslimah. Ukhty bukankah telah sampai kepada kita kajian tentang syarat-syarat jilbab syar’ie :
1. Menutup seluruh badan selain bagian yang dikecualikan(muka dan telapak tangan)
2. Tidak dijadikan perhiasan
3. Jilbab itu harus tebal tidak tipis
4. Jilbab harus longgar, tidak ketat
5. Tidak dibubuhi parfum atau minyak wangi
6. Tidak menyerupai pakaian laki-laki
7. Tidak menyerupai pakaian wanita-wanita kafir
8. Tidak berupa pakaian Syuhrah(sensasi) baik itu terlalu mewah karena mahal ataupun terlalu murahan yang dipakai untuk menunjukkan sikap zuhud dan dilakukan atas dasar riya’
Semua itu agar kita tetap berpakaian sesuai dengan aturan yang telah diturunkan dalam Al Quran, sehingga ridlo Allah senantiasa ada bersama kita. Namun demikian semua kembali kepada muslimah itu sendiri karena kehidupan didunia ini adalah pilihan baik atau fujjar. Allah berfirman dalam QS Al Baqarah 256 :” Tak ada paksaan dalam agama, Telah jelas yang lurus dari yang sesat. Maka barangsiapa mengingkari taghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang pada simpul yang kuat, yang tidak akan putus. Dan Allah Maha mendengar lagi Mengetahui”.
Ukhty aku yakin kalian adalah muslimah cerdas yang tak berhenti mencari ilmu sampai disini sehingga kita senantiasa mencari ilmu itu lagi, lagi dan lagi agar keimanan itu selalu dekat dengan kita.
Ukhty bisa langsung membaca buku-buku muslimah terkait jilbab seperti Kriteria Busana Muslimah karya Syeikh Nashirudin Al Albani, Tipe Wanita Muslimah karya syeikh Hasan Al Bana, Wanita Pilihan di sisi Para Nabi dan Rasul karya Abdussalam Abu Ala’, Majelis Wanita karya Prof Dr. Falih bin Muhammad bin Falih Ash-Shughayyir, Kewajiban Wanita Muslimah karya Ummu Amru Binti Ibrahim Badawi, dan kitab-kitab lain masih banyak lagi yang tidak bisa aku sebutkan satu-satu.
Juga jangan pernah jauh dari teman-teman shalihah yang senantiasa duduk dan berdzikir dalam majelis Ilmu. Nabi bersabda “Suatu Engkaum yang duduk-duduk bersama dan dzikir bersama niscaya para malaikat akan mengelilingi mereka, rahmat melimpah kepada mereka, turun ketenangan terhadap mereka, dan Allah menyebut mereka kepada yang berada disisiNya”(HR Muslim). Dan juga sabda Nabi SAW “Barangsiapa menempuh jalan dalam rangka menuntut ilmu, Allah akan memudahkan baginya dengan ilmu tersebut jalan menuju syurga”(HR Muslim).
Ukhty, semoga kita senantiasa istiqomah dalam jilbab syar’ie dan senantiasa meningkatkan kualitas diri dengan tak bosan menuntut ilmu(dienul Islam).
Dan tak lagi aku katakan..”Ukhty aku rindu jilbab panjangmu”, karena aku kini lega, tersenyum dan kembali bisa memandangmu dalam balutan jilbab syar’ie, Engkau kian teduh dan berjalan malu-malu seperti sedia kala aku bersua denganmu..
Wallahu a'lam bishawwab..
Rabu, 16 November 2011
Gas LPG, AQUA, ALTO, Cuci Gosok Kiloan,Pulsa
Bagi Anda yang tinggal didaerah sekitar Mahkota Mas Cikokol Tangerang, Kp. Sembung dan BMR (Bumi Mas Raya) kami menerima delevery order Gas LPG, AQUA, ALTO, Cuci Gosok Kiloan.
Silahkan menghubungi
(021) 55 78 0475 , (021) 922 38 7 83 ++++> CDMA
08 7878 33 0647, 08 7878 25 9596, ====> XL
08 531 9090 660, 0821 13 6776 13 ------> Simpati
setelah jam 18:15 kecuali sabtu minggu.
PERMODALAN: BANTUAN PERMODALAN
Setiap jenis usaha membutuhkan modal baik materi maupun immateri. Untuk memulai usaha butuh salah satu atau keduanya. Tanpa hal tersebut rasanya sangat susah dinamakan usaha. Karena tanpa itu berarti bukan usaha tetapi namanya warisan.
Usaha yang dimaksud adalah dalam hal bisnis. Bisnis bisa berupa jual beli atau jasa. Jual beli berarti akan membutuhkan produk yang layak dijual dan punya daya saing dengan produk lain atau bertahan serta berinovasi dalam semua segmen pasar.
Saat suatu usaha atau bisnis mulai berjalan pasti kita membutuhkan penambahan modal untuk pengembangan. Sering kita dalam perjalanan itu banyak penawaran, tapi kita harus waspada banyak sekali penawaran mulai dari personal atau lembaga keuangan seperti bank konvensional maupun syariah.
Bank Konvensional biasanya mensyaratkan
- Surat Keterangan Domisili Usaha (SKDU) minimal sudah berjalan 2 tahun.
- Foto Copy KTP Suami Istri
- Foto Copy KK
- Foto Copy BPKP kendaraan
- Jaminan bila peminjaman diatas jumlah tertentu sesuai dengan ketentuan banknya
Bank Syariah
cenderung lebih ribet meskipun tidak menggunakan bunga bank, tetapi menerapkan bagi hasil yang bila dilihat jauh lebih kecil angsurannya. Sebagai contoh bank syariah tetap mensyaratkan jaminan berapapun besarnya.
Dari semua itu ada yang menurut logika kami sangat bertentangan, karena dua2nya menanyakan pemasukan kita. Kesimpulan bahwa buat apa kita mengajukan penambahan modal apabila dari omset atau pemasukan bisa menutup semua.
Kamis, 14 Juli 2011
Sudahkah Benar Model Pendidikan Kita
Untuk apa kita sekolah?
Untuk apa kita belajar?
Apakah menjamin kalo kita sekolah kita akan berhasil?
Apa kalo pendidikannya tinggi dijamin dapat pekerjaan?
Ada banyak orang yang sarjana tetapi menganggur?
Pertanyaan seperti itu sering kita dengar dimasyarakat kita bahkan dimasyarakat masih ada pandangan buat apa sekolah tinggi - tinggi kalo ujung - ujungnya di dapur juga. Pemahaman tersebut masih sering kita dengar meskipun sekarang sudah era digital dan internet yang semua informasi dengan mudahnya kita dapati.
Dalam suatu seminar pendidikan tentang Multiintelegentia sang narasumber menyampaikan apa sebabnya program belajar dilakukan di ruang kelas. Sang narasumber menyampaikan bahwa belajar diruang kelas dilatarbelakangi oleh adanya revolusi industri. Bahwa industri pada saat itu membutuhkan tenaga kerja yang siap pakai sesuai dengan kebutuhan industri saat itu.
Dari kasus tersebut bisa diambil kesimpulan bahwa pendidikan sistem kelas pada saat itu dipersiapkan untuk satu kata dan satu arah. Sehingga terkesan seperti robot dimana taat kepada pemberi materi atau guru bahkan sesuai pesanan.
Apakah konsep pendidikan masih dipakai dinegeri ini? pembaca bisa menilai sendiri. Sering kita lihat bahwa lulusan pendidikan kita dibandingkan dengan keberhasilan sangat jauh. Misalkan jika kita bandingkan dengan produksi mobil bisa mentargetkan boleh gagal produksi sebesar 1%. Tetapi dari lulusan pendidikan kita kebalikannya justru hanya 1 % yang boleh dikatanya berhasil.
Ini Kesalahan sistem pendidikan kita atau yang membuat sistem pendidikannya. Karena kalau kita tanyakan kepada pemerintah nama pejabat yang bersangkutan saling membela diri. Jadi solusinya Ayo Kita Membuat Pendidikan Alternatif yang sesuai harapan kita. Menjadikan Anak Kita Menjadi Sukses Sesuai Bidang Minat dan Bakatnya.
Senin, 27 April 2009
Keadaan Phisik Rasulullah Muhammad SAW
Sekali pandangan seseorang terpaut kepada diri Rasulullah, maka ia akan merasa dihadapkan pada suatu keindahan yang mencengangkan, sukar di cari bandingannya. Secara lahiriah saja sudah menumbuhkan kepercayaan yang utuh terhadap beliau. Dan inilah semacam kesepakatan yang dilontarkan orang- orang yang pernah menyaksikan beliau.
Ad damiri dan Al - Baihaqi meriwayatkan dari Jabir bin Samrah, ia berkata, ” Aku pernah melihat Nabi pada suatu malam idhhiyan (malam terang-benderanga, rembulan bersinar dan tak ada awan) , Aku memandang beliau dan memandang bulan secara bergantian. Sungguh beliau lebih indah daripada rembulan dalam pandanganku.”
Tirmidzi dan Al Baihaqi meriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata :” Aku tak melihat sesuatu yang lebih bagus dari Rasulullah, Seakan akan sang mentari merambah di wajahnya. Aku tak melihat seseorang yang lebih cepat jalannya dari beliau, seakan - akan bumi terlintasi olehnya. Sungguh kami telah kepayahan, sedang beliau tetap kelihatan tenang.”
Asy - Syaikhani meriwayatkan dari Al Barra’ , ia berkata :” Rasulullah SAW mempunyai bahu yang bidang. Rambut beliau mencapai cuping telinga. Sungguh aku tak melihat sesuatu yang lebih bagus dari beliau.”
Muslim meriwayatkan dari Jabir bin Samrah tentang ciri wajah beliau, ia berkata, :” Bahkan seperti mentari dan rembulan dengan bentuknya yang bulat”.
Asy - Syaikhani meriwayatkan dari Al - Barra ‘, ia berkata, :” Rasulullah adalah orang yang paling bagus wajahnya, paling baik ciptaannya, tidak terlalu tinggi dan tidak pula pendek”
Muslim meriwayatkan dari Abu Thufail, bahwa dia pernah ditanya, ” Tolon beritahukan (sifat) Rasulullah kepada kami.” Maka ia, berkata,: ” Kulitnya putih (bersih) dan wajahnya bersinar.”
Ad Darimi, Al Baihaqi , Ath Thabrani dan Abu Nu’aim meriwayatkan dari Abu Ubaidah, ia berkata,” Aku pernah berkata kepada Rabi’ binti Ma’wad, ” Tentang sifat Rasulullah kepadaku”, maka ia menjawab, ” Kalau seandainya kau memandangnya tentu kau akan berkata, ” Matahari sedang terbit.”
Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata, ” Rasulullah mempunyai telapak kaki yang besar, bagus wajahnya, aku belum pernah melihat sesudahnya orang yang seperti beliau.”
Aku Musa Al -Madini meriwayatkan dari Amad bin Abad Al-Hadhrami, ia berkata,” Aku pernah memandang Rasulullah. Belum pernah kulihat sebelum dan sesudahnya orang seperti beliau.”
Ad - Darimi meriwayatkan dari Ibnu Umar,ia berkata,” Belum pernah kulihat orang yang lebih pemberani, murah hati, dan berseri wajahnya daripada Rasulullah.”
……………. bersambung yach……………
Rabu, 15 April 2009
Ar Rasul Muhammad SAW
Setelah sekian tahun saya membaca buku - buku tentang islam yang selalu saya ingat salah satunya adalah Ar Rasul Muhammad SAW karya Sa'id Hawwa dan diterjemahkan oleh Kathur Suhardi sedang penerbitnya Pustaka Mantiq, Cetakan IV Mei 1993.
Insya Allah , saya akan berusaha untuk menuliskan kembali isi buku tersebut dalam blog ini secara berkelanjutan. Disamping ada beberapa sumber lain yang nanti akan kami tulis diblog ini diantaranya Sirah Ibnu Hisyam yang sering menjadi rujukan bagi para penulis sirah nabi Muhammad SAW.
Saya berharap dari para pembaca untuk dapat mendoakan saya agar dapat menulis kembali semua buku atau kitab yang telah saya baca. Saya yakin apabila saya tulis atau ketik kisah tentang Rasulullah tercinta ini tidak cukup waktu seharian penuh.
Atas doa dan dukungan dari rekan - rekan ,saya ucapkan terima kasih. Semoga Allah saja yang akan membalas kebaikan dan amal ibadah anda. Aaamiiiin